MINDSET JUALAN

Saya yakin, Impian-Impian teman-teman di sini harus dicapai dengan uang.

–    Mungkin pengen umroh
–    Pengen menghajikan orang tua
–    Ingin melunasi hutang
–    Pengen membahagiakan orang tua dengan cara memberikan rumah
–    Ingin menyekolahkan anak tinggi-tinggi.
–  Pengen nikah
–  Dan hal lainnya…

Dan, saya yakin, semua hal di atas semua BUTUH UANG untuk mencapainya.

Karenanya…, sekarang jangan tabu dengan uang dan jualan.

Kalau dipikir-pikir, dari baru lahir, kita udah ‘ngabisin’ uang terus.
Biaya persalinan, pakaian, makanan dan semuanya…

Maka sekarang saat terbaik untuk kita produktif dan menghasilkan uang untuk membahagiakan orang tua/ istri/ anak dengan memberikan hal lebih tanpa mereka minta.

Inget, tanpa mereka minta.

Tapi kenyataannya, ketika orang melihat kita posting jualan terus… Mereka melihat kita mata duitan.

Mereka nggak tahu bahwa kita berjualan adalah agar mendapatkan penghasilan untuk membahagiakan orang-orang yang kita sayangi.

Yang orang nggak tahu, mungkin kita sedang nabung untuk umroh… Dan impian mulia lainnya… Zakat, Wakaf, Aqiqah, Qurban, Umroh, Haji, sedekah, semuanya menggunakan doa dan uang.

Jadi, sebelum membahas hal teknis Cara Berjualan. Hal yang sangat-sangat penting adalah memperbaiki pola pikir kita terlebih dahulu.

Pertama, Mindset Yang Tepat

Pola pikir seseorang akan menentukan perilaku dan tindakannya. Seseorang dengan mindset yang tepat akan mampu menghasilkan perilaku dan tindakan yang tepat.

Tanamkan dalam pikiran Anda… Saat ini memang Anda reseller di sini, tetapi Anda adalah Owner di Bisnis Anda sendiri.

Tanamkan mental pemenang, mental juara… Karena jika Anda menyerah, mengeluh, putus asa, baper… Bisnis Anda yang akan tumbang, bukan bisnis orang lain. Dan ketika Bisnis Anda tumbang, Anda sendiri lah yang rugi.

Kita perlu memperbaiki mindset dulu, karena kalau di sini sudah salah, sudah negatif… Maka ilmu apapun yang diberikan, nggak akan masuk.

Salah satu contoh pola pikir yang salah :

Saya, cowok kok jualan kosmetik? nggak malu apa?

Nah ini pola pikir yang salah. Maka dibenerin jadi :

“Nggak apa-apa cowok jualan kosmetik, toh penjual kosmetik ga harus pakai semua produknya. Penjual mobil ga harus punya mobil, penjual rumah ga harus punya rumah, pemilik salon ga harus jadi bencong. Hehehe….”

Contoh lainnya pola pikir yang salah :

“Saya nggak ada dana untuk iklan. Saya masih pemula. Saya nggak tahu apa-apa sehingga ngak akan bisa menghasilkan penjualan.”

Benerin pola pikirnya,

“Saya memang pemula dalam bisnis ini. Maka dari itu saya perlu belajar agar bisa menjadi expert. Jika saya gagal jualan, berarti masih ada yang kurang dari pengetahuan saya. Masih ada yang kurang dari cara saya berjualan. Saya harus terus mengasahnya…”

Karena jualan online nggak harus pake uang. Banyak tuh yang berjualan gratisan mampu menghasilkan puluhan juta sebulan.

Jika memiliki pola pikir yang tepat, segala halang rintangan itu akan mampu terlewatkan.

Dengan membenarkan pola pikir, kita akan melakukan segala sesuatu dengan baik. Nggak akan mikir negatif melulu, nggak akan ngeluh melulu…

Jangan kebanyakan ngeluh. Tuhan juga bosan mendengar keluhan Anda.